Apakah Teknik Radiokarbon dapat digunakan untuk mengetahui umur ?
Teknik ini tidak akan menolong kita jika yang ingin kita ketahui
umurnya masih hidup, misalnya teman mengobrol kita lewat internet yang
mengaku 25 tahun. Penentuan umur menggunakan teknik radiokarbon (radiocarbon dating) berguna untuk menentukan umur tumbuhan atau sisa hewan yang mati sekitar lima ratus hingga lima puluh ribu tahun lampau.
Sejak ditemukan oleh gurubesar kimia University of Chicago, Willard F.
Libby (1908-1980) sekitar tahun 1950-an (ia menerima Hadiah Nobel untuk
penemuan tersebut pada tahun 1960), teknik radiokarbon telah menjadi
perkakas riset sangat ampuh dalam arkeologi, oseanografi, dan beberapa
cabang ilmu lainnya. Agar teknik radiokarbon dapat memberitahu umur
sebuah objek, objek tersebut harus mengandung carbon organic, yakni karbon yang pernah menjadi bagian dalam tubuh tumbuhan atau hewan. Metode radiocarbon dating
memberitahu kita berapa lama yang lalu suatu tumbuhan atau hewan hidup,
atau lebih tepat, berapa lama yang lalu tumbuhan atau hewan itu mati.
Uji radiocarbon dapat dilakukan terhadap bahan-bahan seperti kayu,
tulang, arang dari perapian perkemahan atau gua purba, atau bahkan kain
linen yang digunakan untuk membungkus mummi, karena kain linen itu
terbuat dari serat tanaman flax. Karbon adalah salah satu unsur kimia
yang dikandung oleh setiap makhluk hidup dalam bentuk macam-macam bahan
biokimia, dalam protein, karbohidrat, lipid, hormone, enzim, dsb.
Sesungguhnya, ilmu kimia yang mempelajari bahan kimia berbasis karbon
disebut “kimia organik” karena dahulu orang yakin bahwa satu-satunya
tempat bagi bahan kimia ini adalah makhluk hidup. Kini, orang tahu
bahwa kita dapat membuat segala macam bahan kimia organik berbasis
karbon dari minyak bumi tanpa harus mengambil dari tumbuhan atau hewan.
Tetapi, karbon dalam makhluk hidup berbeda dalam satu hal penting dari
karbon dalam bahan-bahan bukan makhluk hidup seperti batu bara, minyak
bumi, dan mineral. Karbon “hidup” mengandung sejumlah kecil atm karbon
jenis tertentu yang disebut karbon-14, sedangkan karbon”mati” hanya
mengandung atom-atom karbon-12 dan karbon-13. Ketiga macam atom-atom
karbon berbeda itu disebut isotop-isotop karbon; mereka semua mempunyai
perilaku sama secara kimiawi, tetapi mempunyai berat yang berbeda-beda,
atau lebih tepat, mempunyai massa berbeda-beda.
Yang unik seputar karbon-14, disamping massanya, adalah karena mereka
radioaktif. Yakni, mereka tidak stabil dan cenderung melapuk, terpecah
sambil menembakkan partikel-partikel subatom: disebut partikel-partikel
beta. Dengan demikian semua makhluk hidup sebetulnya bersifat
radioaktif, meskipun sedikit, yaitu karena memiliki karbon-14. Betul
termasuk anda dan saya, kita semua radioaktif. Orang dengan berat 68 kg
mengandung sekitar sejuta miliar atom karbon-14 yang menembakkan
200.000 partikel beta setiap menit!!






0 komentar:
Posting Komentar